Bahasa Indonesia : Frase, Klausa, dan Kalimat

1. Frase : gabungan dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi jabatan dalam kalimat. Bisa sebagai S, P, O, K. Tidak berpotensi menjadi kalimat. contoh : Kambing jantan, warna biru, Adik Dodi,dll.

2. Klausa : satuan kebahasaan yang terdiri atas S, P. Berpotensi menjadi kalimat. Minimal terdiri atas 2 kata. Contoh : Kakak berenang, Ayah bekerja, Saya belajar Bahasa Indonesia,dll.

3. Kalimat : 

a. Unsur-unsur pembentuk kalimat :

- Subjek : bagian dari kalimat yang menjadi pokok masalah. Biasanya berupa kata benda. Berdekatan dengan predikat. Tidak dapat didahului kata depan. 

- Predikat : bagian yang menjelaskan perlakuan/perkataan subjek. Biasanya berupa kata kerja. Berdekatan dengan subjek.

- Objek : kata atau kelompok kata yang berada setelah predikat. Biasanya berupa kata benda/ kata ganti. Terbagi menjadi 3 : objek penderita, pelaku, dan penyerta.

- Keterangan : bagian dari kalimat yang memberi keterangan/penjelasan. Terbagi menjadi 2: keterangan waktu, tempat.

b. Jenis-jenis kalimat :

- Kalimat tanya : diakhiri dengan tanda tanya (‘?’) dan terdapat kata tanya.

- Kalimat berita : diakhiri dengan tanda titik (‘.’) dan terdapat informasi.

- Kalimat perintah : diakhiri dengan tanda seru (‘!’) dan terdapat instruksi/permohonan.

- Kalimat langsung : diapit oleh tanda petik (“…”) dan terdapat perkataan langsung/ujaran.

- Kalimat tidak langsung : hampir sama seperti kalimat berita.

- Kalimat aktif : kalimat dimana subjek melakukan pekerjaan. Predikat mendapat imbuhan me- dan ber- dan merupakan kata kerja. Terbagi atas 2 : kalimat transitif (memerlukan objek) dan intransitif (tidak ada objek).

- Kalimat pasif : kalimat dimana subjek dikenai pekerjaan. Predikat mendapat imbuhan di- dan ter- dan merupakan kata kerja. 

- Kalimat tunggal : kalimat yang terdiri dari satu pola kalimat/klausa yaitu S,P,O,K (min. S, P).

- Kalimat majemuk : kalimat yang terdiri dari dua pola kalimat/klausa. Berdasarkan hubungan antarunsur/ antarklausanya maka kalimat majemuk dibagi menjadi 2 macam :

Kalimat majemuk setara : kalimat majemuk yang hubungan antarklausa/antarunsurnya sejajar atau sederajat. Kalimat majemuk ini dapat berdiri sendiri-sendiri klausa/unsur-unsurnya. Konjungsi yang digunakan : tetapi, sedangkan, lalu, kemudian, dan, atau.

Kalimat majemuk bertingkat : kalimat majemuk yang hubungan antarklausa/antarunsurnya tidak sejajar/salah satunya lebih rendah kedudukannya. Unsur-unsur/klausanya tidak bisa berdiri sendiri. Konjungsi yang digunakan : seandainya, bagaikan, andaikata, jika, maka, dengan, yaitu, ketika, sejak, sehingga, sewaktu, seperti, sebab, karena.

 

 

About these ads

About noobuyuki

keep learning and telling the truth

Posted on September 1, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: