biologi : mikroskop

mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati materi/objek yang berukuran sangat kecil untuk dapat dilihat oleh mata biasa. mikroskop pertama kali digunakan oleh janssen, lalu oleh galileo untuk mengamati materi IPA. dan akhirnya, oleh antonie van leeuwenhoek dikembangkan sehingga ditemukan mikroskop dengan perbesaran mencapai 300kali. sampai sekarang, sudah ada 3 jenis mikroskop, yaitu:

a. mikroskop cahaya

mikroskop ini memiliki 3 buah lensa utama : okuler, objektif, dan kondensor. berdasarkan jumlah lensa okuler, terdapat 2 tipe mikroskop cahaya : mikroskop monokuler(berlensa okuler tunggal) dan binokuler (berlensa okuler ganda). perbesaran maksmal mikroskop cahaya sampai 1000kali.

b. mikroskop stereo

digunakan untuk mengamati materi yang berukuran relatif besar. hasil mikroskop stereo dapat dilihat dalam 3 dimensi. perbesarannya mencapai 7-30 kali. dan struktur/komponen utamanya mirip seperti mikroskop cahaya.

c. mikroskop elektron

perbesaran maksimalnya mencapai 100.000 kali. mikroskop ini menggunakan elektron sebagai pengganti cahaya. terdapat 2 tipe mikroskop elektron : SEM (Scanning Electron Microscope) untuk pembelajaran permukaan sel dan TEM (Transmission Electron Microscope) untuk mengamati struktur internal sel.

bagian-bagian mikroskop :

terbagi menjadi : bagian optik dan statif (optik terbagi menjadi statif dan alat penerangan).

bagian optik 

1. lensa okuler : terletak di bagian ujung tabung mikroskop dan bertemu langsung dengan mata pengamat.berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar 4-25 kali.

2. lensa objektif : terletak di atas meja preparat. berfungsi dalam pembentukan bayangan pertama sehingga sangat menentukan struktur dan bagian renik pada bayangan akhir. mempunya 4  buah lensa dengan perbesaran 4x, 10, 40x, dan 100x.

3. lensa kondensor : berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada objek yang difokuskan. jika pengaturannya tepat, maka akan dihasilkan daya pisah maksimal.

4. cermin : berfungsi untuk memantulkan cahaya yang ebrasal dari sumber cahaya ke dalam lensa kondensor. -> termasuk alat penerangan.

5. diafragma : berfungsi untuk mengatur besar kecilnya berkas cahaya yang masuk ke dalam lensa kondensor.

bagian statif

6. alas/kaki : sebagai dasar/ bagian terbawah dari mikroskop (penyokong).

7. lengan : untuk memegang mikroskop ketika dibawa.

8. meja preparat : tempat untuk meletakkan preparat/objek yang akan diamati. dilengkapi dengan penjepit dan terdapat lubang di tengah-tengahnya yang berfungsi untuk meneruskan cahaya dari lensa kondensor.

9. pemfokus kasar (makrometer) dan halus (mikrometer) : kasar untuk memfokuskan objek dengan cara menaik-turunkan meja preparat sehingga tercipta bayangan kasarnya. sedangkan halus, untuk memperjelas bayangan kasar tersebut

10. revolver : merupakan tempat terpasangnya lensa objektif dan dapat diputar-putar untuk mengatur perbesaran bayangan objek (lemah/kuat) lensa objektif.

11. tabung mikroskop : sebagai penghubung antara lensa okuler dengan lensa objektif.

cara menggunakan mikroskop :

1. mengatur cahaya : pada mikroskop cahaya, dengan menggeserkan cermin ke arah datangnya cahaya sedangkan pada mikroskop modern terdapat lampu pada bagian dasar mikroskop sehingga hanya perlu dinyalakan menjadi sumber cahayanya. lalu gunakan diafragma, untuk mengatur besar-kecilnya berkas cahaya yang masuk tersebut.

2. meletakkan preparat dengan benar : letakkan kaca objek yang di atasnya telah terdapat preparat pada meja preparat lalu jepit deengan penjepit. atur posisi kaca objek hingga berada tepat di tengah lubang meja preparat.

3. mengatur fokus bayangan objek : putar revolver untuk mengatur perbesaran lemah pada lensa objektif. lalu, putar pemfokus kasar untuk memfokuskan objek sehingga objek telihat bayangan kasarnya/ditemukan setelah itu putar pemfokus halus agar bayangan kasar tersebut menjadi jelas. setelah bayangan objek jelas dengan perbesaran lemah, putar revolver lagi untuk perbesaran kuat. dan amatilah objek tersebut. 

nb : saat menggunakan pemfokus kasar, jangan sampai lensa objektif menyentuh kaca objek.

 

 

Posted on April 7, 2013, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: