IPS kelas IX – Sejarah Perang Dunia II

Pengenalan

Perang Dunia II, atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat menjadi PDII atau PD2), adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai 1 September 1939 – 2 September 1945(6 tahun, 1 hari). Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia—termasuk semua kekuatan besar—yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer Dalam keadaan “perang total“, negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Ditandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk Holocaust dan pemakaian senjata nuklir dalam peperangan, perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Jumlah kematian ini menjadikan Perang Dunia II konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia

Pihak yang terlibat

            Perang ini terjadi antara Blok Sekutu dan Blok Poros. Negara-negara yang terlibat baik Blok Sekutu ataupun Blok Poros tertera di bawah ini:

Blok Sekutu :                                                Blok Poros :

Setelah penyerangan Jerman ke Polandia

Setelah berakhirnya perang Poni

  • Norwegia: 9 April 1940
  • Belgia: 10 Mei 1949
  • Luksemburg: 10 Mei 1940
  • Belanda: 10 Mei 1940
  • Yunani: 28 Oktober 1940
  • Kerajaan Yugoslavia: 6 April 1941
  • Uni Soviet: 22 Juni 1941
  • Tannu Tuva: 25 Juni 1941

Setelah pengeboman Pearl Harbor

  • Panama: 7 Desember 1941
  • Kosta Rika: 8 Desember 1941
  • Republik Dominika: 8 Desember 1941
  • El Salvador: 8 Desember 1941
  • Haiti: 8 Desember 1941
  • Honduras: 8 Desember 1941
  • Nikaragua: 8 Desember 1941
  • Amerika Serikat: 8 Desember 1941
  • China: 9 Desember 1941
  • Guatemala: 1941, 9 Desember 1941
  • Kuba : 9 Desember 1941
  • Pemerintahan Sementara Republik Korea : 10 Desember 1941
  • Cekoslowakia: 16 Desember 1941

Setelah pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa

  • Meksiko: 22 Mei 1942
  • Brasil: 22 Agustus 1942
  • Ethiopia: 14 Desember 1942
  • Irak: 17 Januari 1943
  • Bolivia: 7 April 1943
  • Iran: 9 September 1943
  • Italia: 13 Oktober 1943
  • Kolombia: 26 November 1943
  • Liberia: 27 Januari 1944

Setelah D-Day

  • Romania: 25 Agustus 1944
  • Bulgaria: 8 September 1944
  • San Marino: 21 September 1944
  • Albania: 26 Oktober 1944
  • Hongaria: 20 Januari 1945 (sebelumnya anggota Blok Poros)
  • Bahawalpur: 2 Februari 1945
  • Ekuador: 2 Februari 1945
  • Paraguay: 7 Februari 1945
  • Peru: 12 Februari 1945
  • Uruguay: 15 Februari 1945
  • Finlandia: 15 September 1944
  • Venezuela: 15 Februari 1945
  • Turki: 23 Februari 1945
  • Lebanon: 27 Februari 1945
  • Arab Saudi: Maret 1945
  • Argentina: 27 Maret 1945
  • Chile: 11 April 1945

Setelah pengeboman Hiroshima

  • Mongolia: 9 Agustus 1945
  • Cleveland: 1 Desember 1945

Anggota Utama

Anggota Minoritas

Negara Boneka Jepang

Disini Indonesia tidak terlibat perang karena tidak mau bekerjasama dengan Jepang

Negara Boneka Italia

Negara Boneka Jerman

Negara Koalisi

Bekas Anggota

 

Penyebab Perang

Penyebab perang dibedakan menjadi 2, yaitu Penyebab Umum dan Penyebab Khusus :

  1. Penyebab umum

Ini berarti merupakan tantangan terhadap imperialisme InggrisPerancis, dan Amerika Serikat.

  1. Penyebab Khusus

 

Alur Perang

Berdasarkan wilayahnya Perang Dunia II terbagi dalam tiga medan tempur yaitu medan Eropa, medan Afrika Utara, dan medan Asia pasifik dimana pada tahap awal hampir di setiap medan tempur Jerman memperoleh kemenangan. Adapun pihak-pihak yang berperang di beberapa medan peperangan dalam Perang Dunia II adalah sebagai berikut :

Medan Eropa

Pada awal perang dunia kedua Jerman dengan melancarkan serangan kilat (Blitzkrieg) berhasil memenangkan pertempuran di semua medan tempur eropa,medan tempur tersebut antara lain :

  • Penyerbuan Jerman ke Polandia dan Finlandia : Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939. Dalam tempo singkat, sebagian besar daerah Polandia berhasil dikuasai. 
  • Penyerbuan Jerman ke Norwegia dan Denmark : Pada tanggal 9 April 1940, Jerman melancarkan serangan laut dan udara ke wilayah Norwegia. Dalam waktu singkat, pasukan Jerman telah berhasil menduduki Oslo, Bergen, Trondheim, Stavagar, dan Narvik. Pasukan Norwegia yang dibantu Inggris dan Perancis sempat memberikan perlawanan yang sengit. Akan tetapi pada tanggal 30 April 1940, Norwegia terpaksa menyerah kepada Jerman Sementara itu, dalam waktu yang sama, pasukan Jerman juga menyerbu Denmark. Dengan mudah Jerman menaklukkan Denmark. 
  • Jatuhnya Belanda, Belgia, dan Prancis : Tanpa pengumuman apa pun, pasukan Jerman melancarkan serangan kilat (Blitzkrieg) ke Belanda, Belgia, dan Luxemburg pada tanggal 10 Mei 1940. Ratu Wilhelmina dari Belanda melarikan diri ke London. Sedangkan Raja Leopold III memerintahkan Belgia menyerah kepada Jerman pada tanggal 26 Mei 1940. Pada awal Juni 1940, pasukan Jerman yang telah menduduki Luxemburg bersiap-siap menyerbu Prancis melalui kota Sedan. Setelah terjadi pertempuran sengit di kota Verdum pada tanggal 15 Juni 1940, kemerdekaan Perancis tidak dapat dipertahankan lagi. ( Kemudian, Jenderal Petain membentuk pemerintahan Prancis yang tunduk kepada Jerman di Kota Vichy. Pasukan Perancis yang tetap setia kepada Perancis, di bawah pimpinan Jenderal Charles de Gaulle, melakukan perlawanan dengan mendirikan pemerintahan pengasingan di London.) 
  • Pertempuran Jerman–Inggris : Jatuhnya Perancis menyebabkan perhatian Jerman dialihkan ke Inggris. Dengan mengerahkan angkatan laut dan angkatan udaranya, Jerman menyerang Inggris.Hal ini membuat Inggris menandatangai kerjasama pertahanan dengan Amerika Serikat tanggal 2 September 1940. Dengan bantuan Amerika Serikat ini, pasukan Inggris bangkit melawan dan dapat mengimbangi kekuatan tempur Jerman. Hal ini membuat frustrasi angkatan udara Hitler. Oleh sebab itu, Jerman menjalin kerja sama yang melibatkan poros Roma – Berlin – Tokyo dengan ditandatanganinya kerja sama militer antara Jerman, Italia, dan Jepang pada tanggal 27 September 1940. Tetapi  dengan mengalirnya uang, senjata, dan bahan makanan; bahkan kesepakatan untuk menstandardisasi persenjataan mereka, Inggris dapat bertahan dari serangan Jerman yang siang malam terus menerus menggempurnya. 
  • Perang Jerman–Rusia : Tanpa menghiraukan perjanjian nonagresi, Jerman menyerbu Rusia pada tanggal 22 Juni 1941. Dalam serangan kilat ini, Jerman dapat memukul pasukan Rusia sehingga mundur jauh ke timur. Rusia yang mundur ke timur kemudian meminta bantuan dari Inggris dan Amerika Serikat. Sehingga pada tanggal 1 Oktober 1941, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat menandatangani Protokol Moskow. ( Isi perjanjian itu adalah bahwa Inggris dan Amerika Serikat akan memberi bantuan kebutuhan- kebutuhan pokok kepada Rusia selama 9 bulan. Selain itu, Amerika akan memberikan kredit dalam rangka Lend and Lease Bill sebesar $ 1 Miliar.) Dengan bantuan Sekutu dan taktik bumi hangus, Rusia berhasil menahan laju pasukan Jerman.

Perang di Afrika (1940 – 1943)

Peperangan di Afrika dan Laut Tengah pecah sejak Italia menyatakan perang terhadap Perancis dan Inggris pada tanggal 10 Juni 1940. Italia tidak hanya menyerang Perancis Selatan. Italia juga menghantam pasukan Perancis dan Inggris di Afrika Utara dan Afrika Timur. Akan tetapi, pasukan Italia dapat dipukul oleh pasukan Perancis dan Inggris yang dipimpin Jenderal de Gaulle dan Jenderal Montgomery. Peristiwa itu terjadi di Bardia pada tanggal 5 Januari 1941. Melihat pasukan Italia yang tidak berdaya itu, Jenderal Erwin Rommel dari Jerman segera turun tangan memimpin pasukannya menyerbu Libya. Jenderal Rommel dengan mudah mengalahkan pasukan Inggris di Bardia dan Sollum. Montgomery terpaksa mundur sampai ke perbatasan Mesir di kota Tobruk pada tanggal 20 April 1941. Bahkan pada bulan Juni 1941, pasukan Rommel telah merebut kota El Alamein yang terletak 70 mil jauhnya dari Alexandria. Dengan demikian, medan perang Afrika Utara sepenuhnya telah ia kuasai.

Pertempuran di Asia-Pasifik

Jepang membuka Perang Pasifik dengan melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. Pearl Harbour adalah Pangkalan Armada Amerika Serikat di Pasifik. Serangan ini menyebabkan Amerika Serikat tidak lagi mempertahankan sikap netralnya dalam Perang Dunia II. Beberapa jam setelah kejadian itu, pada tanggal 8 Desember 1941, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang. Peristiwa ini memicu pecahnya perang di Asia Pasifik. Sama dengan medan tempur lainnya pada tahap awal perang, pihak blok sentral memperoleh kemenangan, pada medan perang Asia Pasifik dalam tempo kurang dari 5 bulan, Jepang dapat mengalahkan sekutu dan berhasil menguasai seluruh Asia Tenggara.

Tahap-tahap Perang

Jika ditinjau dari waktu berlangsungnya perang (1939 -1945), maka jalannya Perang Dunia II dapat dibedakan dalam tiga tahap.

Tahap permulaan (1939-1942)

Pada tahap ini, negara-negara Sentral umumnya selalu menang di berbagai medan pertempuran. Sebaliknya, negara-negara Sekutu hanya bertahan atau kalah.

Tahap titik balik (1942)

  1. Kalahnya Jepang dalam pertempuran di Laut Karang pada tanggal 4 Mei 1942.
  2. Jerman dipukul mundur dalam pertempuran di El Alamien oleh Jenderal Montgomery pada tanggal 12 Oktober 1942.
  3. Jerman mulai mendapat perlawanan dan kalah dalam pertempuran Stalingrad pada tanggal 19 November 1942, terhadap tentara Rusia yang dipimpin Jenderal Gregory Zhukov.


Tahap akhir (1943-1945)

Pada tahap ini, negara-negara Sekutu mulai melakukan serangan atau pukulan yang menentukan bagi kekalahan Blok Sentral. Beberapa pertempuran tersebut adalah sebagai berikut :
Pada tahun 1944, langkah maju pasukan Rusia semakin tak dapat dibendung lagi. Kota demi kota dapat direbut kembali. Bahkan, pada tanggal 24 Agustus 1944, Rumania menyerah kepada Rusia. Bulgaria menyerah kepada Rusia pada tanggal 20 Oktober 1944. Sesudah itu, Rusia terus melancarkan serangan sampai memasuki wilayah Jerman dan menggempur kota Berlin dari arah timur.
Dengan tulang punggung Amerika Serikat dan Inggris, Sekutu membentuk satuan ekspedisi khusus yang disebut Allied Expeditionary Forces di bawah komando Jenderal Eisenhower. Serangan ini didukung AD, AL, dan AU yang meliputi 10.000 pesawat tempur dan 4.000 kapal perang terus menyerang masuk wilayah Jerman. Meskipun pasukan Jerman memberikan perlawanan sengit sampai akhir tahun 1944, perlawanan itu tidak lagi membawa dampak besar. Kejayaan Jerman telah pudar dan tinggal sisa-sisanya saja. Pada awal tahun 1945, tidak ada lagi yang percaya bahwa Jerman akan memenangkan perang. Sekutu telah mengepung seluruh perbatasan Jerman. Rakyat di Jerman sendiri putus asa, sehingga kehidupan industri, ekonomi, tentara, dan politiknya kacau balau. Pasukan Jerman hancur di medan selatan, timur, dan barat pada awal tahun 1945. Di Front Timur, pasukan Rusia telah merebut Warsawa, Krakow, dan Lozt pada pertengahan Januari 1945. Kemudian, pada awal Februari 1945, di Front Barat, pasukan Inggris merebut Nijmegen. Pasukan Amerika merebut Trier, Cologne dan menyeberangi lembah Ruhr. Pada bulan April 1945, pasukan Amerika dan Rusia telah bertemu di sepanjang Sungai Elbe. Tinggal kota Berlin yang masih tetap bertahan. Sementara itu, angkatan udara Sekutu terus menghujani kota-kota di Jerman untuk mendukung serangan pasukan infantri di darat. Hitler yang putus asa melihat keadaan tersebut, pada tanggal 30 April 1945, melakukan bunuh diri. Tampuk kepemimpinan diserahkan kepada Laksamana Doenitz. Meninggalnya Hitler serta menyerahnya pasukan Jerman di Austria tidak membuat Laksamana Doenitz segera menyerah. Setelah seluruh Berlin diserbu oleh pasukan Sekutu, Jenderal Doenitz menyerah tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945 kepada Sekutu. Dengan penyerahan pasukan Jerman ini, Perang Dunia II di Eropa berakhir.

Mulai tahun 1943, pertempuran di Asia-Pasifik memasuki titik balik setelah terjadi pertempuran di Laut Karang (4 Mei 1942) dan di Guadalacanal (7 Agustus 1942 – 9 Februari 1943). Dalam pertempuran Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem katak loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jenderal Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942) dihancurkan oleh Sekutu. Dan Jepang mengalami kekalahan besar. Pada tanggal 17 Maret 1945, Iwojima direbut. Menyusul kemudian, tanggal 21 Juni 1945, Okinawa direbut pasukan Amerika. Walaupun angkatan udara Amerika Serikat telah mengebom kota-kota di Jepang, tetapi Jepang tetap tidak menyerah. Oleh karena itu, pada tanggal 6 Agustus 1945 kota Hiroshima dibom atom. Karena Jepang tidak juga menyerah, maka pada tanggal 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat untuk memaksanya menyerah. Akhirnya, melalui pidato radio pada tanggal 14 Agustus 1945, Kaisar Hirohito menyatakan kesediaan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

 

Akibat Perang dalam Politik, Ekonomi, Sosial

  1. Bidang Politik
  2. Munculnya negara Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara adikuasa (superpower). Keduanya bersaing dalam perang “dingin”
  3. Timbul negara-negara baru seperti Indonesia (17 Agustus 1945), Filipina (4 Juli 1946)
  4. Munculnya politik aliansi yang dibentuk berdasarka kepentingan bersama seperti NATO dan SEATO
  5. Munculnya politik memecah belah negara seperti Jerman yang dibagi menjadi dua negara yaitu jerman barat dan jerman timur serta India terbagi menjadi India dan Pakistan
  6. Bidang Ekonomi

 

Bidang ekonomi membuat perekonomian dunia hancur. Hal ini disebabkan banyaknya kerusakan akibat perang. Hanya negara Amerika Serikat yang memiliki perekonomian stabil saat itu.

  1. Bidang Sosial

    Untuk membantu korban perang dunia II, PBB membentuk UNRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration) yang tugasnya adalah:
     a. Memberi makan kepada orang-orang terlantar
     b. Mengurus pengungsi dan menyatukan kembali dengan keluarganya
     c. Mendirikan rumah sakit
     d. Mengerjakan kembali tanah yang rusak

 

Dampak

  1. Melahirkan PBB
  2. Terciptanya Negara Adidaya Baru (Amerika Serikat)
  3. Melambungkan Peran Wanita (profesi dipenuhi perempuan, karena laki-laki diutamakan untuk menjadi tentara)
  4. Kesempatan Merdeka untuk Negara-negara terjajah (termasuk Indonesia)
  5. Beberapa negara terpecah (Korea, Jerman, dan Vietnam)
  6. Dibentuk NATO dan Pakta Warsawa (organisasi keaamanan bersama)
  7. Adanya Colombo plan (organisasi sponsor Inggris untuk memperkuat ekonomi Asia Pasifik)
  8. Adanya Point Four Truman (bantuan untuk negara-negara terbelakang setelah perang)
  9. Menambah Lapangan Kerja
  10. Munculnya Makanan Kaleng (saat perang digunakan sebagai pasokan makanan tentara)

 

 

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II
http://rpp-smp.blogspot.com/2013/05/perang-dunia-ii-1939-1945.html
http://krsmwn.blogspot.com/2013/09/akibat-dari-perang-dunia-2-bidang-politik-ekonomi-sosial.html
http://www.kaskus.co.id/thread/50c9812a8327cf7349000049/10-dampak-positif-akibat-perang-dunia-ke—2

Posted on August 3, 2014, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: